Galeri Gambar
Pimpinan Wilayah (PW) Fatayat NU Papua Tengah secara resmi dibentuk pada 27 November 2024, menandai babak baru konsolidasi organisasi perempuan muda NU di wilayah tersebut. Pembentukan ini merupakan bagian dari upaya Pimpinan Pusat (PP) Fatayat NU untuk memperkuat struktur organisasi dan kaderisasi di kawasan Indonesia Timur, khususnya di provinsi-provinsi pemekaran. Proses ini didorong oleh kebutuhan untuk memiliki wadah yang spesifik dalam menjangkau dan memberdayakan perempuan muda di provinsi baru Papua Tengah, yang sebelumnya mungkin tergabung dalam struktur provinsi induk Papua. Kehadiran organisasi ini diharapkan dapat mengoptimalkan peran Fatayat NU dalam pembinaan keagamaan, sosial, dan pendidikan bagi anggotanya di daerah tersebut, dengan fokus utama pada isu-isu yang berkaitan dengan perempuan dan anak.
Proses peresmian dan pemilihan ketua PW Fatayat NU Papua Tengah berlangsung dalam sebuah forum penting yang dihadiri langsung oleh Ketua Umum PP Fatayat NU, Margaret Aliyatul Maimunah. Dalam acara tersebut, Sholikah, S.Pd.SE., M.Si terpilih sebagai Ketua PW Fatayat NU Papua Tengah yang pertama untuk masa khidmat 2024-2029. Pembentukan ini menjadi momen bersejarah karena PW Papua Tengah menjadi salah satu kepengurusan di provinsi pemekaran yang berhasil dibentuk, sementara provinsi lain seperti Papua Pegunungan masih dalam tahap persiapan. PP Fatayat NU menekankan bahwa pembentukan ini penting untuk menunjukkan bahwa Fatayat NU adalah organisasi perempuan muda NU yang besar dan siap berkontribusi di seluruh penjuru negeri, dengan mandat spesifik untuk membela hak dan kesejahteraan perempuan serta perlindungan anak.
Sejak dibentuk, PW Fatayat NU Papua Tengah telah mulai aktif menjalankan program-programnya, berkoordinasi dengan Pimpinan Cabang (PC) Fatayat NU di tingkat kabupaten, seperti PC Fatayat NU Mimika. Organisasi ini memfokuskan kegiatannya pada penguatan silaturahmi, moderasi beragama, serta kegiatan sosial kemasyarakatan yang relevan dengan konteks lokal Papua Tengah, dengan penekanan khusus pada advokasi dan pemberdayaan perempuan dan anak. Melalui kepengurusan yang baru ini, Fatayat NU di Papua Tengah bertekad untuk mencetak pemimpin perempuan yang bertakwa, berakhlakul karimah, cakap, dan bertanggung jawab, guna memberikan kontribusi nyata bagi agama, nusa, dan bangsa, sejalan dengan tujuan utama pendirian Fatayat NU secara nasional yang berdedikasi pada kemajuan kaum perempuan dan perlindungan generasi penerus.
